Polisi melakukan penjagaan di rumah mantan Menlu AS Hillary Clinton dan Presiden Bill Clinton di Chappaqua, negara bagian New York hari Rabu (24/10).
Kapolres Tanjungbalai AKBP Irfan Rifai mengatakan, bom rakitan yang ditemukan petugas di TKP penembakan dua terduga teroris tersebut diduga kuat siap untuk diledakkan.
Dan diinformasikan juga, sebagian besar korban jiwa dalam serangan itu karena tertembak senjata tajam, ungkap komite tersebut.
Ledakan terjadi dalam reli elektoral kandidat perempuan
11 teroris tersebut dijatuhi hukuman mati karena kasus pembunuhan terhadap 69 orang, melakukan serangan bom, menjadi anggota organisasi ilegal, menyerang institusi pendidikan dan melukai 148 orang lainnya
Beberapa jam sebelumnya, bom meledak di tiga sekolah, yang mengakibatkan kematian setidaknya satu anak.
Brigade Amalika yang berafiliasi dengan pemerintah Yaman mengatakan bahwa tentara Yaman telah memukul mundur Houthi di Al-Hudaydah.
Senjata yang menewaskan puluhan anak-anak pada 9 Agustus adalah bom MK 82 yang dipandu laser seberat 500 pon (227 kilogram) yang dibuat Lockheed Martin, salah satu kontraktor pertahanan AS teratas.
Mark 82 (Mk 82) adalah sebuah bom umum, bagian dari seri Mark 80 AS. Pengisi bahan eksplosif biasanya tritonal, meskipun komposisi lain kadang-kadang digunakan.
Sambil menunggu lapas di Cikeas itu selesai dibangun, terduga teroris yang baru ditangkap untuk sementara ini akan ditempatkan di polsek, polres, dan polda.