Partai Keadilan Sejahtera (PKS) resmi mencalonkan Joko Widodo (Jokowi) pada Pemilu 2019 mendatang.
Pertemuan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto dinilai sebagai pertanda kekalahan Presiden Jokowi dalam kontestasi Pilpres 2019.
Pertemuan antara Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto dinilai monumental.
Dari 10 partai politik yang ada di DPR, empat partai diprediksi tidak akan lolos parliamentary threshold atau ambang batas masuk parlemen sebesar 4 persen pada Pemilu 2019.
Setelah Ketua Umum Partai Gerindra, Ketum PAN Zulkifli Hasan akan menggelar pertemuan dengan Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Komunitas intelijen AS secara terbuka menyatakan pada Januari 2017 bahwa Rusia melakukan kampanye menyeluruh untuk memengaruhi pemilu dan membuat nominiasi dari Partai Demokrat kala itu, Hillary Clinton, kalah.
Setelah sepakat menjalin koalisi, Partai Demokrat dan Gerindra membentuk tim kecil untuk menghadapi Pilpres 2019 mendatang. Tim kecil tersebut nantinya membentuk visi misi yang akan dibangun bersama partai koalisi.
Ketua Umum Partai Demokrat SBY mengaku sudah cukup lama menjalin komunikasi dengan Presiden Jokowi. Namun, rencana koalisi mengalami hambatan dan rintangan.
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto tidak masalah jika berpasangan dengan putra sulung SBY, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pada Pilpres 2019 nanti.
Partai Demokrat dan Partai Gerindra memiliki kesamaan pandangan dalam menghadapi Pilpres 2019 mendatang. Kedua partai itu terbuka untuk menjalin koalisi. Bagaimana dengan pasangan capres dan cawapres?