Meskipun Partai Komunis merupakan kekuatan utama dalam sistem satu partai.
Meski tidak berpikir soal calon wakil presiden (Cawapres), Partai Golkar menyarankan figur ideal pendamping Presiden Jokowi dalam mkontestasi Pilpres 2019 mendatang.
Partai Golkar mengaku tidak akan membebani Presiden Jokowi terkait calon wakil presiden (Cawapres) dalam kontestasi Pilpres 2019.
Dari 15 partai politik (Parpol) peserta Pemilu 2019, hanya enam partai yang diprediksi akan lolos ke DPR. Hal itu berdasarkan hasil survei Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).
Dari 15 partai politik (Parpol) peserta Pemilu 2019, hanya enam partai yang diprediksi akan lolos ke DPR. Hal itu berdasarkan hasil survei Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).
Dari 15 partai politik (Parpol) peserta Pemilu 2019, hanya enam partai yang diprediksi akan lolos ke DPR. dan empat partai yang di DPR terancam tak masuk parlemen.
Partai Golkar telah beranak pinak hingga melahirkan tujuh Parpol yang siap bertarung dalam Pemilu 2019. Sehingga bisa disebut PDIP saat ini dalam kepungan Partai Golkar.
Dalam rangka menghadapi Pemilu 2019, sejumlah partai politik (Parpol) "membeli" alias menarik calon anggota legislatif (Caleg) dari partai lain yang sudah duduk di DPR. Apa penyebabnya?
Meski peluangnya cukup kecil, wacana pembentukan poros ketiga dalam kontestasi Pilpres 2019 masih terbuka lebar.
Setelah Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, giliran Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) yang menjenguk Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di RSPAD.