Sejak setahun lalu, Amerika Serikat telah meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Iran dan memiliki rencana untuk melipatgandakan rasa sakit di musim semi ini dengan sanksi yang lebih ketat.
Pangeran Khaled mengecam klaim Presiden Iran Hassan Rouhani selama perayaan revolusi pada hari Senin bahwa Iran pernah menguasai wilayah di Teluk Arab selatan.
Pence mengecam Uni Eropa karena masih menjadi pihak dalam perjanjian itu, setelah Trump keluar tahun lalu dan menerapkan kembali sanksi keras terhadap Iran.
Rusia, Turki, Iran menggap penarikan pasukan AS dari Suriah sebagai langkah positif
Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, juga menimbang mengatakan bahwa hubungan antara para pelaku serangan "dan agen mata-mata dari negara-negara regional dan ekstra-regional tertentu sudah jelas".
Pompeo tidak mengkritik Iran, alih-alih memasukkannya dalam daftar tantangan regional mulai dari Suriah dan Yaman hingga perdamaian Palestina-Israel.
Para pejabat China juga menolak keras tekanan AS untuk menerima mekanisme penegakan hukum untuk memantau apakah Beijing melaksanakan janjinya.
Mantan perwira intelijen Angkatan Udara AS diduga bekerja dengan peretas Iran yang menggunakan Facebook dan email untuk mencoba menipu mantan rekannya agar mengunduh malware yang akan melacak aktivitas komputer mereka.
Serangan itu terjadi di jalan antara kota-kota Zahedan dan Khash, daerah yang memang sering bergejolak di dekat perbatasan Pakistan.
Pawai dimulai di lebih dari 1.000 kota dan 10.000 desa di seluruh Negeri Para Mullah. Dinginnya musim dingin, hujan dan salju tidak menjadi penghalang mereka mengikuti aksi tersebut.