Hampir 30.000 orang Iran telah dites positif terkena virus corona baru, yang dikenal sebagai COVID-19, sejak infeksi tersebut terlihat di negara itu bulan lalu.
Pemerintah telah mengeluarkan langkah-langkah mendesak yang bertujuan mencegah penyebaran virus dan mengurangi tingkat infeksi
Italia, per Senin (23/3) pukul 13/40 WIB, mencatatkan 59.138 kasus infeksi dengan total kematian mencapai 5.476. Angka kematian akibat Covid-19 di Negara Mode ini menjadi yang tertinggi di dunia.
Oman telah mencatat paling sedikit infeksi, yang saat ini mencapai 55,
Iran mengalami lonjakan kasus infeksi virus corona baru (Covid-19) pada Sabtu (21/3) petang, setelah Kementerian Kesehatan Iran mengumumkan 966 kasus baru.
Pada Sabtu (21/3) sore, Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19, Achmad Yurianto menyebut terdapat penambahan sebanyak 81 kasus infeksi.
Provinsi Teheran, Isfahan, dan Gilan mencatat jumlah kasus infeksi tertinggi, sementara 13 provinsi mengalami penurunan yang secara signifikan.
Kejadian ini terjadi di Skotlandia, jumlah korban jiwa individu berlipat dua semalaman. Irlandia Utara mengkonfirmasikan korban pertamanya dari infeksi yang mengancam jiwa.
Sebanyak 573 kasus infeksi diidentifikasi sejauh ini termasuk 74 warga Palestina yang tinggal di Tepi Barat yang diduduki dan belum ada yang dikabarkan meninggal.
Untuk pertama kalinya, China melaporkan tidak ada kasus baru virus corona (Covid-19) pada Kamis (19/3). Kendati demikian, terdapat lonjakan infeksi yang diimpor dari luar negeri.