Korut mengancam akan menenggelamkan Jepang dan menyerang daratan Amerika Serikat (AS).
Amerika menuduh Korea Utara mengemis peperangan, setelah pihak Korut melakukan uji coba nuklir pada hari Minggu (03/09) lalu Presiden AS Donalad Trump menyerukan pada para pemimpin asing
Vladimir Putin menilai sanksi baru terhadap Korea Utara atas program nuklir tidak akan berefek apapun
Skala 6,3 yang dicatat Survei Geologi AS akan merupakan ledakan paling kuat yang dilakukan Korut dan dapat mendukung klaimnya mengembangkan bom hidrogen.
Pakar Amerika Serikat mengatakan, butuh sanksi yang lebih ketat jika ingin menghentikan provokasi Korea Utara (Korut) di Semenanjung Korea
Korut mengatakan bila peringatan tersebut tidak diindahkan, bisa saja rudal balistiknya tidak cuma mampir di daratan AS, melainkan juga Inggris
Diplomat Ukraina membantah laporan yang menyebutkan, mereka adalah pihak yang menyuplai mesin roket ke Korea Utara dalam mengembangkan rudal jarak jauh baru-baru ini
Latihan militer antara AS dan Korea Selatan menurut Korut merupakan sebuah ancaman bagi negerinya.
Meskipun ‘galak’ menekan Korea Utara (Korut) terkait nuklir, namun kalau soal perdagangan, China lebih lentur.
Jika Amerika Serikat menyerang terlebih dahulu dan mencoba menggulingkan pemerintah Korut, China tak akan tinggal diam