Sejak menahan Aung San Suu Kyi dan sekutu utamanya, junta militer telah meningkatkan penangkapan pegawai negeri, dokter, dan lainnya yang bergabung dalam demonstrasi menuntut para jenderal melepaskan kekuasaan.
Bukti foto menunjukkan pasukan keamanan Myanmar telah menggunakan peluru tajam terhadap pengunjuk rasa sejak merebut kekuasaan hampir dua minggu lalu.
Biden mengatakan pemerintahannya memutus akses para jenderal ke dana US $ 1 miliar di AS dan akan segera mengumumkan sanksi baru.
Pernyataan Biden itu juga muncul setelah kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Josep Borrell memperingatkan blok itu dapat menjatuhkan sanksi baru pada militer Myanmar.
Dalam sebuah video yang beredar di media sosial Facebook, kerumunan menolak dibubarkan. Akibatnya, polisi menembakkan meriam air dan berhadapan dengan kerumunan massa,
Puluhan ribu orang turun ke jalan untuk hari ketiga pada awal pekan ini untuk memprotes kudeta yang menggulingkan pemerintah sipil Aung San Suu Kyi.
Paus Fransiskus mendukung perjuangan rakyat Myanmar, yang saat ini sedang turun ke jalanan memprotes kudeta yang dilakukan oleh pihak militer.
Aung San Suu Kyi menghabiskan hampir 15 tahun dalam penahanan antara tahun 1989 dan 2010. Dia tidak pernah terlihat di depan umum sejak kudeta.
Ketika protes membengkak dan para aktivis mengeluarkan seruan di media sosial agar orang-orang bergabung dalam pawai, internet negara itu mengalami kemacetan.
Netblocks, yang melacak gangguan dan penutupan media sosial, mengonfirmasi hilangnya layanan Twitter mulai pukul 10 malam. Instagram sudah tunduk pada pembatasan.