Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menyatakan tidak mungkin mendukung Presiden Jokowi dalam kontestasi Pilpres 2019 mendatang.
Maraknya intoleran yang terjadi di tanah air belakangan ini dikarenakan adanya kelompok Islamophobia atau ketakutan segala sesuatu tentang Islam di sekitar Presiden Jokowi.
Pilpres 2019 diharapkan menghasilkan seorang pemimpin yang memiliki cita-cita besar terhadap Indonesia seperti Soekarno. Sebab, Indonesia tidak bisa dipimpin oleh orang yang tidak memiliki pengetahuan alias bodoh.
Pemerintahan Presiden Jokowi dinilai paling mudah disusupi oleh kelompok-kelompok yang anti Islam. Dimana, kelompok tersebut ingin memecahbelah bangsa khususnya umat Islam.
Sekitar 10 ribu santri Kota Tasikmalaya menyambut kedatangan rombongan aksi jalan kaki Long March Laskar Santri Ciamis-Jakarta untuk Cak Imin Cawapres 2019 di depan Masjid Agung Kota Tasikmalaya, Sabtu (21/7).
Tidak ada cara lain untuk melindungi tenaga kerja di Arab Saudi kecuali MoU ditandatangni di atas kertas dan menjadi komitmen untuk kita bersama.
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah dikenal sebagai sosok yang kerap malayangkan kritikan kepada pemerintahan Presiden Jokowi. Apa yang menjadi alasan Fahri suka mengkritisi pemerintahan Jokowi?
Ada sejumlah individu dan perusahaan yang menguasai hingga ratusan ribu hektar tanah.
Menurut Kiai Said, ke-14 paket ekonomi belum menyentuh warga NU paling bawah.
Meski telah memenuhi syarat dukungan untuk maju kembali sebagai calon presiden (Capres), Presiden Jokowi belum menentukan siapa cawapres yang akan mendampingi pada Pilpres 2019. Siapa kira-kira yang layak untuk mendampingi Jokowi?