Presiden Kazakhstan, Kassym-Jomart Tokayev menyebut kerusuhan berdarah yang menewaskan 160 orang terakhir berakhir pada Senin (10/1), menyusul klaim kemenangan dari Pemimpin Rusia, Vladimir Putin.
Rusia mengirim pasukan terjun payung ke Kazakhstan pada Kamis (6/1), untuk meredakan pemberontakan disertai kekerasan yang melanda negara bekas Uni Soviet tersebut.
Dalam pernyataan bersama yang jarang mengesampingkan meningkatnya ketegangan Barat-Timur, AS, China, Rusia, Inggris dan Prancis menegaskan kembali tujuan mereka untuk menciptakan dunia yang bebas dari senjata atom dan menghindari konflik nuklir.
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden meyakinkan mitranya dari Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, bahwa Washington dan sekutu akan bertindak tegas jika Rusia menyerang Ukraina
Prancis bergabung dengan Amerika Serikat (AS), India, Brasil, Inggris, dan Rusia karena memiliki lebih dari 10 juta kasus.
Keputusan untuk membungkam Memorial mengikuti berbulan-bulan penindasan yang mendalam dan sistematis di Rusia terhadap pembela hak asasi manusia, media dan jurnalis independen, anggota oposisi politik dan suara-suara kritis, kata negara-negara tersebut.
Insiden itu terjadi pada saat ketegangan akut antara kedua negara, dimana Ukraina mengatakan pihaknya khawatir akan kemungkinan invasi Rusia dan Moskow menyangkal memiliki rencana semacam itu.
Beberapa kota kecil di utara yang berbatasan dengan Rusia atau Mongolia, termasuk yang paling terpukul, karena sumber daya kesehatan di wilayah tersebut lebih sedikit daripada di kota-kota besar.
Rusia adalah mitra strategis Asean yang diharapkan dapat membantu menciptakan stabilitas dan perdamaian di kawasan Asean, terlebih dengan eskalasi geopolitik yang semakin meruncing akhir-akhir ini.
Wisatawan asing yang divaksinasi Sputnik tetap wajib dikarantina selama 48 jam dan menjalani tes PCR.