China, yang mengklaim Taiwan yang diperintah secara demokratis sebagai wilayahnya sendiri, telah meningkatkan tekanan militer dan diplomatik untuk memaksa Taipei menerima kedaulatan China, yang menimbulkan kekhawatiran di Washington dan ibu kota Barat lainnya.
China menganggap Taiwan sebagai masalah teritorialnya yang paling sensitif, dan Beijing kerap bertindak agresif jika ada negara yang menyatakan pulau itu adalah negara terpisah.
Foxconn Taiwan dan TSMC mengklaim telah mencapai kesepakatan untuk membeli 10 juta dosis vaksin Covid-19 asal Jerman, BioNTech SE. Pembelian itu memakan biaya hingga US$350 juta.
Pemerintah Taiwan mencoba selama berbulan-bulan membeli vaksin langsung dari BioNTech dan menyalahkan China, yang mengklaim pulau itu sebagai wilayahnya sendiri, karena menggagalkan kesepakatan yang akan ditandatangani kedua pihak awal tahun ini.
Republik Rakyat China diterima ke dalam badan dunia pada tanggal 25 Juni 1971, dengan dukungan negara-negara berkembang dan blok Soviet, menggantikan pemerintah Nasionalis Chiang Kai-shek yang telah melarikan diri ke pulau Taiwan di tengah perang saudara pada tahun 1949.
Orang-orang yang datang dari Brasil dan India sudah menghadapi karantina seperti itu, sementara yang lainnya harus dikarantina di rumah atau di hotel selama 14 hari.
AS adalah pendukung internasional terkuat Taiwan dan sumber utama senjata, yang membuat marah China, tetapi seperti kebanyakan negara, Washington tidak memiliki hubungan diplomatik formal dengan Taipei.
Insiden itu terjadi dua hari setelah para pemimpin NATO memperingatkan tentang tantangan militer yang ditimbulkan oleh China.
Kedutaan China di London mengatakan pada Senin (14/6), pihaknya sangat tidak puas dan dengan tegas menentang penyebutan Xinjiang, Hong Kong dan Taiwan yang mendistorsi fakta situasi dan mengungkap niat jahat dari beberapa negara seperti Amerika Serikat (AS).
Dalam beberapa bulan terakhir, Beijing telah meningkatkan tekanan terhadap Taiwan, termasuk mengirim jet tempur ke zona pertahanan udara pulau itu.