Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Ace Hasan Syadzily mengatakan, kunjungan tersebut guna memastikan negara hadir memberi perhatian khusus kepada anak-anak yatim piatu yang sebagian besar orangtuanya meninggal akibat Covid-19 beberapa waktu lalu.
Persoalan banyaknya anak yang menjadi yatim piatu karena karena orang tuanya meninggal dunia akibat terpapar Covid-19
Pandemi menyisakan banyak anak-anak Indonesia kehilangan orang tua, baik Ayah, bahkan Ayah dan Ibu sekaligus. Tugas negara adalah memastikan Mereka tak kehilangan harapan dan masa depan
Saya minta Data anak yatim/piatu akibat Covid-19 divalidasi, sebagai bukti realisasi dari fungsi dan peran serta KemenPPPA untuk melindungi dan memberdayakan anak termasuk anak-anak yatim/piatu akibat covid-19.
Atas dasar itu, Wakil Ketua MPR RI Ahmad Muzani meminta kepada pemerintah untuk memberikan perhatian khusus terhadap anak-anak yang menjadi yatim piatu akibat orang tuanya meninggal dunia karena Covid-19.
Di Webinar Indo Jalito Uni Arzeti Bilbina minta pemerintah perhatikan rumah tangga dan beasiswa anak yatim piatu terdampak pandemi.
Menurut kajiannya, untuk melaksanakan program kepedulian sosial untuk anak-anak yatim/piatu korban covid-19, cukup melalui mekanisme realokasi internal anggaran Kemensos tahun 2021.
Program sembako bagi keluarga dan anak-anak yatim/piatu tersebut bisa menggunakan alokasi anggaran dalam Program Perlindungan sosial yang hingga 30 Juli 2021 masih tersisa Rp 96 Triliun.
Berdasarkan data dari Satgas Penanganan Covid-19 per akhir Juli 2021, diketahui ada 11.045 anak menjadi yatim piatu, yatim atau piatu.
Bantuan yang diberikan berupa uang, beras dan makanan untuk sekitar 30 orang Anak Yatim Piatu