Pada 10 Desember 2009, Presiden Barack Obama menerima Hadiah Nobel Perdamaian, mendesak peserta untuk meraih dunia "sebagaimana mestinya."
Mantan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama mengakui bahwa pemerintahannya gagal menangani "tragedi Suriah" selama masa kepresidenannya.
Para pejabat dari Partai Republik yang membiarkan klaim palsu yang dilontarkan Presiden Donald Trump setelah kekalahannya dari Joe Biden.
Pasangan Kamala Harris itu berjanji akan kembali ke pakta nuklir 2015 antara kekuatan dunia dan Teheran, kesepakatan yang disetujui oleh Washington ketika Biden menjadi wakil presiden dalam pemerintahan Barack Obama, jika Teheran juga kembali pada komitmennya.
Obama mengakui Biden yang berusia 77 tahun akan menghadapi serangkaian tantangan luar biasa yang tidak pernah dimiliki oleh Presiden yang akan datang.
Pada 24 Oktober 2009, Presiden AS Barack Obama mengumumkan keadaan darurat nasional terkait wabah virus flu H1N1, yang juga dikenal sebagai flu babi
Barack Obama mengecam Trump karena penanganannya terhadap pandemi virus corona baru (COVID-19).
Barack Obama akan tampil pertama kali pada kampaye pemilihan presiden AS untuk mendukung kandidat dari Partai Demokrat, Joe Biden.
Trump mengatakan, pemungutan suara secara universal akan menjadikan pemilihan November sebagai pemilihan paling tidak akurat dan curang dalam sejarah dan sangat memalukan bagi AS.