Sebuah pertemuan politbiro kuat dari partai yang berkuasa di Korea Utara (Korut), yang dipimpin oleh pemimpin Kim Jong Un, sepakat mempertimbangkan untuk melanjutkan uji coba nuklir dan rudal balistik antarbenua (ICBM).
Para pengamat mengatakan rudal itu akan menjadi salah satu ICBM bergerak di jalan raya terbesar di dunia jika dapat dioperasikan.
Larangan uji coba rudal balistik nuklir dan antarbenua (ICBM), yang sudah disepakati dalam pembicaraan dengan Amerika Serikat (AS) tidak lagi berlaku.
Pyongyang mengatakan, pihaknya sudah melakukan uji yang sangat penting di lokasi mesin rudal, mungkin tes darat dari mesin untuk menyalakan peluncur satelit atau rudal balistik antarbenua (ICBM).
Dikatakan bahwa hulu ledak ICBM itu berhasil mencapai target yang ditentukan sekitar 2.100 kilometer jauhnya di kisaran Sary-Shagan di Kazakhstan.
Pyongyang mempertimbangkan kembali komitmennya sendiri untuk menghentikan uji coba senjata nuklir dan rudal balistik antarbenua (ICBM).
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Hua Chunying, mengatakan bahwa pihaknya telah meminta yang bersangkutan agar menggunakan cara damai untuk menyelesaikan Konflik di Semenanjung Korea.
Upaya diplomatik Tillerson itu baru muncul hampir dua minggu setelah Korea Utara mengatakan telah berhasil menguji rudal balistik antarbenua terobosan (ICBM)
Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almasyhari amat menyayangkan dan mengecam keras peluncuran rudal balistik antar benua (ICBM) terbaru Hwasong-15 oleh Korea Utara (Korut), baru-baru ini.