China mengecam peraturan tersebut dan membalas dengan mengusir warga AS yang bekerja untuk organisasi berita besar termasuk New York Times, Washington Post dan Wall Street Journal.
Penjualan senjata ke Iran akan melanggar resolusi PBB dan mengakibatkan sanksi, beberapa jam setelah Teheran mengumumkan, embargo PBB yang sudah lama pada perdagangan senjata dengan republik Islam itu telah berakhir.
Pernyataan tersebut memperjelas bahwa pembatasan pencabutan senjata dan larangan perjalanan dirancang untuk menjadi otomatis tanpa diperlukan tindakan lain.
Ketegangan antara Washington dan Teheran telah meningkat sejak Presiden AS, Donald Trump pada 2018 secara sepihak menarik diri dari kesepakatan itu.
Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mendesak Arab Saudi untuk mengikuti jejak Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain untuk menormalisasi hubungan diplomatik dengan Israel.
Trump, yang sedang berjuang kembali mendapatkan kusi kepresiden AS pada 3 November, sering menyombongkan diri bahwa dia telah mencegah perang habis-habisan setelah ketegangan yang meningkat dan uji coba roket dan nuklir Korea Utara.
Amerika Serikat senang melihat pemerintah Irak berbuat lebih banyak untuk melindungi kedutaan AS di Baghdad dari milisi Muslim Syiah yang didukung Iran.
Pernyataan Pompeo datang ketika polisi Hong Kong pekan lalu menangkap sembilan orang lainnya yang dicurigai membantu 12 orang itu meninggalkan kota.
Pompeo meminta lembaga think tank yang berusaha bekerja sama dengan Departemen Luar Negeri AS untuk mengungkapkan secara jelas di situs web mereka setiap pendanaan asing, termasuk oleh entitas yang didukung negara.