Keragaman suku, identitas budaya lokal, religi yang beraneka ragam di Indonesia merupakan sumber mata air, daya hidup bangsa Indonesia.
Pahlawan yang memerdekakan Indonesia dari berbagai suku dan agama
Indonesia sebagai negara kepulauan dan masyarakat yang majemuk cukup berpotensi terjadinya konflik komunal berbasis suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).
Tidak ubahnya seperti Indonesia, Afganistan juga pernah merasakan kedamaian di atas perbedaan suku dan bahasa
Tidak jarang, kontestasi politik terutama pemilihan umum, memunculkan masalah politik identitas primordial, seperti agama, suku, dan ras.
Para pemilik dana besar tersebut, rata-rata menyimpan dananya di deposito dan produk-produk perbankan lain yang menawarkan suku bunga tinggi.
Oesman Sapta mengingatkan pada masa perjuangan, semua rakyat yang berasal dari berbagai asal usul, suku, agama, dan golongan bersatu padu melawan penjajah
Irgan mengharapkan melalui Empat Pilar MPR RI (Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika) masyarakat Indonesia yang beragam terdiri dari berbagai suku, agama dan budaya ini sebagai bangsa yang besar.
Zulkifli Hasan mengatakan bahwa bangsa Indonesia telah sepakat memahami perbedaan. Urusan suku, bahasa, asal-usul, agama, dan perbedaan lain dianggap sudah selesai sejak Indonesia merdeka.
Indonesia sebagai negara majemuk yang memiliki berbagai macam suku, adat istiadat, agama, dan berbagai latar belakang, maka membutuhkan seorang pemimpin yang toleran.