Promosi ini bertujuan untuk memacu pertumbuhan ekspor komoditas pertanian di pasar global, khususnya di tiga benua, Asia, khususnya Timur Tengah, Eropa dan Afrika.
24 ragam komoditas, yang terdiri di antaranya air kelapa, premix, dan pinang biji tersebut diberangkatkan ke 26 negara.
Penjualannya tidak hanya sebatas produk segar namun juga dalam bentuk simplisia. Sentra terbesar kunyit tersebar di Jawa Timur (53,5 %), Jawa Tengah (15,65 %), Jawa Barat (8,85 %) dan Sulawesi Selatan (4,92 %).
Menurut pengamat BUMN, Kiki Rizki Yoctavian, tindakan Erick Thohir merupakan respon cepat tanggap atas pernyataan Presiden Joko Widodo tentang rencana pemerintah menghentikan ekspor komoditas nikel dan tambang lain dalam bentuk mentah, seperti bauksit dan tembaga.
Komoditas yang dipamerkan meliputi produk unggulan seperti udang, lobster, rajungan dan tuna.
Kinerja ekspor komoditas peternakan pada tahun 2021 periode bulan Januari – Oktober (angka sementara) dibukukan mencapai 278.563 ton dengan nilai USD 986.378 atau setara Rp 14.302 triliun.
Menurut Dedi, sebagaian besar lahan pertanian di Indonesia, konsisi tanahnya masam, terutama yang ada di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi (sebagian), dan Jawa (sebagian) terutama di daerah Banten, Jawa Barat dan Jawa Tengah.
Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga menegaskan bahwa nikel adalah komoditas strategis Indonesia, yang penting bagi ekonomi Indonesia
Daya saing selama ini, kata Dedi, masih menjadi salah satu permasalahan yang menimpa hampir semua komoditas pertanian Indonesia, kecuali kelapa sawit, kopi, kakao, lada dan karet.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor pertanian pada bulan Oktober 2021 mencapai US$410 Juta.