Pasangan Jokowi-Muhaimin Iskandar (Cak Imin) memiliki elektabilitas tertinggi sebagai calon presiden dan calon wakil presiden (Capres dan Cawapres) dalam menghadapi Pilpres 2019 mendatang.
Empat bulan jelang pendaftaran calon presiden dan calon wakil presiden (Capres dan Cawapres), sejumlah kandidat sudah mulai bermunculan untuk meramaikan Pilpres 2019 mendatang.
Ribuan relawan Cak Imin untuk Indonesia (CINTA) memadati Monumen Ondel-Ondel di Jalan Benyamin Sueb, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Sabtu (14/4) sore.
Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Arteria Dahlan mengatakan, menjalani tahun politik yang cukup panjang saat ini mulai dari pilkada serentak hingga pemilu 2019, berbagai kritik yang ditujukan seharusnya disertai pertimbangan, data, fakta dan tujuan baik.
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) mengaku lebih memilih untuk mendampingi Presiden Jokowi ketimbang Prabowo Subianto. Apa pertimbangannya?
Meski Partai Gerindra resmi mengusung Prabowo Subianto sebagai calon presiden (Capres), Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (Cak Imin) tidak ada rencana untuk merapat.
Partai Gerindra resmi mengusung Prabowo Subianto sebagai calon presiden (Capres) pada kontestasi Pilpres 2019 mendatang.
Deklarasi Prabowo Subianto sebagai Capres 2019 antiklimaks. Pemberian mandat oleh Partai Gerindra kepada Prabowo disambut sepi.
Partai Gerindra resmi mengusung Prabowo Subianto sebagai calon presiden (Capres) dalam kontestasi Pilpres 2019 mendatang.
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menyatakan siap maju sebagai Capres pada Pilpres 2019. Prabowo menyatakan siap maju dalam Pilpres 2019 jika mendapat amanah dari seluruh kader partai.