Berdasarkan data yang ada, stok beras akhir bulan Juni mencapai 7,49 juta ton. Angka tersebut sudah termasuk dalam hitungan stok hingga akhir Desember 2020 yang mencapai 6,1 juta ton.
Data terbaru stok beras minggu ke 1 Juni 2020 adalah, Bulog 1, 485 juta ton, penggilingan 1,363 juta ton, pedagang 0,730 juta ton dan stok cukup besar ada di Horeka dan rumah tangga.
Perkiraan produksi beras nasional pada tahun 2020, diprediksi mencapai 30,26 juta ton, sehingga terdapat surplus beras sekitar 175,87 ribu ton.
Kementerian Pertanian menilai masyarakat tidak perlu terkecoh dengan informasi tidak berdasar tersebut.
Petugas Karantina Pertanian Kendari sudah memastikan beras tersebut bebas dari organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK).
Kementan masih terus berupaya untuk meningkatkan hasil produksi pertanian salah satunya dengan melakukan percepatan musim tanam sebagai antisipasi kekeringan saat kemarau.
Adapun perkiraan stok beras sampai dengan bulan September mendatang mencapai 8,5 juta ton.
Irak sendiri membutuhkan sekitar 1-1,25 juta ton beras per tahun untuk mendukung program tersebut.
Setiap Kabupaten, Kecamatan, Desa bahkan petani harus memiliki stok pangan atau tempat penyimpanan/ lumbung pangan secara mandiri.
Jumlah impor yang masuk sampai 19 Mei 2020 hanya cukup untuk stok 2,5 bulan ke depan.