Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu membujuk Presiden AS Donald Trump untuk menjatuhkan sanksi baru yang lebih keras terhadap Iran.
Setelah beberapa hari lalu menunjukkan sikap acuh tak acuh dengan konflik Israel dan Palestina, akhirnya Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menyatakan mendukung perdamaian jika dua negara tersebut ingin berdamai.
Undang-undang (UU) tersebut sekaligus menjadi pukulan keras bagi harapan warga Palestina untuk hidup bernegara.
Rumah yang akan dibangun itu, disetujui untuk menjawab kebutuhan akan perumahan.
Dan dengan pernyataan itu juga, Benjamin akan memulai membangun di Tepi Barat.
Pemeriksaan terhadap Netanyahu berlangsung di kediaman resmi perdana menteri di Jerusalem.
Netanyahu secara pribadi menunjukkan kemarahannya dan menyatakan bahwa pemerintahan Presiden AS Barack Obama bersekongkol dengan Palestina untuk mendukung resolusi tersebut.
Resolusi ini menuntut Israel segera dan secara menyeluruh menghentikan pembangunan permukiman di wilayah Palestina.
Tidak kali ini saja, Benjamin menolak usulan konferensi itu. Namun Prancis telah berupaya meyakinkan Netanyahu untuk melakukan pertemuan dengan Abbas di Paris.
Resolusi tersebut disahkan oleh 21 negara anggota Komite Warisan Dunia. Tercatat, sepuluh negara menyetujui, dua menolak, delapan abstain serta satu negara anggota tidak hadir.