Perdana Menteri Lebanon, Saad al-Hariri diperkirakan akan meninggalkan Arab Saudi menuju Prancis dalam waktu 48 jam, sebelum kembali ke Beirut
Presiden Hassan Rouhani mengatan sangat memalukan bagi sebuah negara Muslim mengemis ke rezim Israel untuk melakukan serangan militer melawan negara Lebanon.
Hariri mengatakan Alasan utama di balik pengunduran dirinya karena Iran dan Hizbullah menguasai negara Lebanon.
Arab Saudi membantah menahan Hariri melawan keinginannya atau menekannya untuk mengundurkan diri.
Politisi senior Iran Ali Akbar Velayati mengatatakan pertemuannya dengan Saad Hariri, hanya menyerukan sebuah mediasi antara Iran dan Arab Saudi yang tegang dalam beberapa tahun terakhir
Melalui pesan Twitter miliknya, Hariri mendesak Lebanon agar tetap tenang. Ia mengatakan bahwa keluarganya akan tinggal di negaranya, Kerajaan Arab Saudi.
Kepala Gereja Maronite Lebanon, Bechara Boutros Al-Rahi pada Selasa (14/11) bertemu dengan Saad Hariri di Arab Saudi.
Pejabat Iran mengatakan pada Selasa (14/11) bahwa Teheran berharap Saad al-Hariri akan tetap sebagai perdana menteri Libanon
Qassemi mengatakan menyebut pengunduran diri Perdana Menteri Lebanon Saad Hariri baru-baru ini sebagai langkah yang tidak terduga dan mencurigakan.
Pemerintah pemberontak Houthi di Yaman mengancam menenggelamkan kapal perang koalisi dan kapal tanker minyak Jordan