Trump juga menunda rencana mengenakan tarif 25 persen untuk barang-barang China, seperti yang dijadwalkan sebelumnya.
Alasan pembatalan tersebut ialah konflik yang memanas antara India dan Pakistan di perbatasan Kashmir. Sementara perbatasan itu masuk dalam rute penerbangan Thai Airways ke Eropa.
Pakistan dan India makin memanas. Kedua negara dikabarkan sudah siap saling menyerang satu sama lain di perbatasan Kashmir.
Serangan itu menimbulkan kekhawatiran perang antara negara-negara Asia Selatan yang bersenjata nuklir.
Dibayangi oleh perpecahan dan masalah internal, termasuk pembunuhan jurnalis Saudi Jamal Khashoggi, krisis Dewan Kerjasama Teluk (GCC), perang regional, dan Brexit, KTT itu bertujuan untuk memperkuat hubungan Arab-Eropa.
Washington dan Beijing telah membuat kemajuan signifikan dalam perlindungan kekayaan intelektual, transfer teknologi, pertanian, layanan, mata uang, dan banyak masalah lainnya.
Turki, yang telah menghabiskan 37 miliar dolar AS untuk menampung 3,6 juta warga Suriah, menegaskan bahwa mereka tidak dapat menerima lagi pengungsi dari negara yang dilanda perang.
Trump memutuskan untuk meninggalkan beberapa pasukan karena tekanan dari penasehat yang cenderung memastikan perlindungan pasukan Kurdi yang mendukung perang melawan ISIL dan yang sekarang mungkin terancam oleh Turki.
Pada saat yang sama penjualan senjata ke negara itu sedang dalam pengawasan, karena peran UEA dalam perang yang menghancurkan Yaman.
Putin menekankan bahwa Rusia tidak mencari konfrontasi dan tidak akan mengambil langkah pertama untuk mengerahkan rudal, sebagai tanggapan atas keputusan Washington bulan ini untuk mundur dari perjanjian kontrol senjata era Perang Dingin.