Anggota Komisi IV DPR RI Andi Akmal Pasluddin meminta pemerintah merevisi anggaran Kementerian Pertanian dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk menjaga stabilisasi sektor Pangan.
Persoalan pangan adalah persoalan semua orang yang harus menjadi perhatian bersama. Apalagi, pangan adalah kebutuhan utama yang menjadi kebutuhan sehari-hari.
Anggota Komisi V DPR RI Muhammad Aras meminta BMKG untuk segera fokus mengambil langkah-langkah kebijakan yang dianggap perlu untuk mengantisipasi jelang semakin mendekatinya musim kemarau.
Untuk beras, neraca hingga Juni diperkirakan sebanyak 6,4 juta ton, jagung sebanyak 1,01 juta ton, gula pasir sebanyak 1,07 juta ton, dan minyak goreng sebanyak 5,7 juta ton.
Beras defisit di tujuh provinsi, jagung defisit di 13 provinsi, cabai rawit defisit di 19 provinsi, dan telur ayam defisit di 22 provinsi.
Kostratani dan Penyuluh terus bergerak dan mendampingi untuk meyakinkan Petani agar terus produktif.
Pemotongan anggaran harus dikoordinasikan dan dibahas secara detail antara Kementan dengan Pemerintah.
Bahkan, menurunya pada masa pandemi COVID-19 ini, kegiatan produksi susu sapi perah di kelompoknya masih stabil tidak mengalami penurunan produksi dan omsetnya juga tetap.
Mantan Gubernur Sulawesi Selatan itu percaya bahwa anak muda yang mau terjun di bidang pertanian bisa punya peluang kehidupan dan ekonomi yang lebih baik.
Perhitungan surplus dan defisit sebagian besar memang dipengaruhi oleh kebutuhan tingkat konsumsi masyarakat.