Menjadi kebanggaan bagi kita ketika pemudi PUI berkumpul di sini untuk memberikan kontribusi positif bagi bangsa kita, karena kita memang harus mewarisi semangat para pendahulu kita yang gigih dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia untuk menyambut masa depan bangsa yang lebih baik.
Saya bersama Wamen BUMN I bapak Pahala Mansury dan Wamen BUMN II Kartika Wirjoatmodjo, dengan kita disiplin, kalau kita bisa melakukan aksi korporasi, maka kita lakukan tanpa perlu uang negara.
Memang masih ada kebelumsepahaman dari beberapa fraksi. Tapi itu menyangkut beberapa item saja. Yang pokok-pokoknya kita semua bisa bersepakat. Insyaallah akan terjadi titik temu dan secara keseluruhan, RUU ini akan siap disahkan menjadi RUU inisiatif DPR.
Pada masa krisis saat inilah kerja sama ASEAN bidang ketenagakerjaan harus semakin erat dan kompak, dengan solidaritas ASEAN inilah kita bisa bersama-sama segera keluar dari krisis, tanpa meninggalkan satu negara pun.
Pemerintah melihat potensi inklusi keuangan di masyarakat kita harus sangat didorong terutama terkait dengan peningkatan potensi pariwisata.
Tanpa air, tidak mungkin kita bisa hidup. Sangat kental sekali urusan air ini dalam ibadah umat Islam.
Presiden mengarahkan agar sekolah tatap muka dilakukan surveillance yang ketat agar ketika ada indikasi kita bisa melakukan tindakan agar tidak menyebar
Potensi Indonesia cukup besar untuk menjadi kiblat busana Muslim global. Kita memiliki banyak desainer yang mumpuni untuk itu.
Jangan sampai investasi kita dalam level yang kalah dengan negara lain. Misalnya investasi luar negeri lebih banyak, kalau itu terjadi, namanya kita dijajah oleh bangsa asing lewat ekonomi. Negara sebesar ini, rakyatnya 240 juta lebih, jangan kita dijadikan pasar saja di sini. Kalau itu terjadi, berarti kita tidak merdeka.
Ziarah ini mengingatkan kembali kepada kita tentang semangat kebangsaan yang dimiliki oleh para pahlawan kita dimasa lampau.