Serangan itu terjadi setelah Trump pada Minggu (6/10) memerintahkan pasukan AS untuk meninggalkan daerah itu dalam perubahan kebijakan mendadak yang dikritik tajam di Washington, DC.
Turki mitra dagang besar AS dan anggota penting NATO (Pakta Pertahanan Atlantik Utara).
Gedung Putih mengatakan, keputusan itu muncul setelah pembicaraan yang dilakukan lewat telepon antara Trump dan timpalannya dari Turki Recep Tayyip Erdogan.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa Ankara berencana untuk melancarkan operasi di Suriah utara
Dia mengatakan, operasi militer Turki melawan pasukan Kurdi yang didukung oleh AS dapat dimulai dalam waktu dekat.
Erdogan telah memberikan batas waktu akhir September untuk zona 30 kilometer (19 mil) yang akan dibangun
Dia dibuat tercengang, karena kondisi tempat tinggal Gulen tak seperti yang digambarkan pemerintah Erdogan. Sederhana. Dan hanya di sana-sini dipenuhi dengan buku-buku.
Erdogan dituding telah melanggar hak asasi manusia di negaranya, pasca penahanan ratusan bayi dan anak-anak di penjara Turki bersama ibu mereka.
PKK yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS dan Uni Eropa bertanggung jawab atas kematian sekitar 40.000 orang, termasuk wanita, anak-anak dan bayi
Israel dikenal sebagai satu-satunya pemilik senjata nuklir di Timur Tengah, namun tidak mengkonfirmasi atau menyangkal memiliki bom atom.