PKK yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS dan Uni Eropa bertanggung jawab atas kematian sekitar 40.000 orang, termasuk wanita, anak-anak dan bayi
Israel dikenal sebagai satu-satunya pemilik senjata nuklir di Timur Tengah, namun tidak mengkonfirmasi atau menyangkal memiliki bom atom.
Turki sangat penting dalam perang melawan Islamic State Iraq and Syria (ISIS) dan menghalangi rezim Assad untuk melakukan kejahatan kemanusiaan.
Sekitar 28 keluarga yang mengadakan demonstrasi di provinsi Diyarbakir mengklaim Partai Demokrat Rakyat (HDP) merekrut secara paksa anak-anak mereka ke dalam jaringan teroris PKK.
Ankara akan membahas pembelian rudal Patriot Amerika Serikat (AS) dalam pertemuan antara para pemimpin kedua negara akhir bulan ini.
Enam kendaraan lapis baja Turki sudah menyeberang ke Suriah untuk bergabung dengan pasukan AS.
Turki tidak akan tinggal diam terhadap lebih dari 30.000 senjata, peralatan dan truk yang dipenuhi amunisi yang dikirim AS ke Suriah utara, tempat Kurdi beroperasi.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berpendapat bahwa negaranya harus diizinkan untuk mengembangkan senjata nuklir bukan hanya Amerika Serikat.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan kesepakatan negaranya dengan Amerika Serikat (AS) untuk membangun "zona aman" di Suriah utara adalah langkah yang tepat
AS menilai para pejabat tersebut adalah Teroris Global dan Amerika Serikat sedang mencari informasi tentang salah satunya