Jadikan perbedaan sebagai kekuatan untuk terus merajut persatuan dan kesatuan nasional.
Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Ahmad Basarah disahkan sebagai Ketua Panitia Adhoc (PAH I)
Doktor hukum lulusan Universitas Diponegoro ini melanjutkan, untuk menuju fase terorisme tentu tidak bisa serta. Pasti ada tahapannya dimulai dari tahap awal yakni sikap intoleran
Di sektor ekonomi misalnya adalah masuknya investasi besar-besaran untukk menguasai dan menjarah kekayaan alam bangsa Indonesia dan membuat berbagai macam regulasi dunia melalui lembaga-lembaga dunia yang mereka ciptakan dan kendalikan.
Basarah juga merasa amat prihatin dengan menguatnya paham-paham yang berpotensi kuat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa
Sebagai contoh, Belanda bisa dengan lama menjajah Indonesia yang dahulu bernama Nusantara, karena menjalankan praktik politik adu domba.
Perjuangan generasi saat ini lebih sulit dari generasi Bung Karno.
Terorisme merupakan tindakan yang tidak berperikemanusiaan yang tidak dapat dibenarkan dengan alasan apapun.
Dakwah keumatan penting untuk dilakukan pemuka agama, apapun agamanya.
Tidak sedikit anak-anak bangsa kita yang dididik dan dibentuk karakternya oleh medsos yang semua sistemnya, Facebook, Tiwtter, Instagram dan lain-lain yang dibuat dan dikendalikan oleh pihak asing