Pemberontak mengaku aksi mereka ditujukan demi membebaskan para rakyat miskin dan warga yang kehilangan tanahnya dari segala bentuk eksploitasi atas lahannya.
Perusahaan obat Amerika Serikat (AS), Pfizer, menandatangani kesepakatan yang memungkinkan pil pengobatan eksperimental Covid-19, dibuat dan dijual di 95 negara miskin.