Janji penguatan hubungan antara China dan Korea Utara datang setelah negosiasi untuk demiliterisasi Semenanjung Korea kembali digagalkan Amerika Serikat (AS).
Sebagian besar ketegangan AS-China difokuskan pada Laut Cina Selatan, salah satu wilayah yang paling diperebutkan di dunia.
Perang dagang telah berkecamuk antara AS dan China yang telah memberlakukan tarif ratusan miliar dolar pada barang-barang satu sama lain, membebani ekonomi global.
Washington mengenakan tarif baru yang menyasar lemari kayu dan meja rias asal China.
Aksi menganggap sistem peradilan di China tidak pernah memihak jika berkaitan dengan Hong Kong sebagai wilayah otonom yang masih dianggap bagian dari daerah kedaulatan Beijing.
Pekan lalu, Amerika Serikat (AS) memberlakukan sanksi baru pada warga negara dan perusahaan China atas dugaan mengangkut minyak mentah Iran.
Para pejabat AS umumnya kritis terhadap BRI karena masalah yang diketahui terkait korupsi, kesulitan hutang, kerusakan lingkungan, dan kurangnya transparansi Eropa dan Afrika.
Pemberian penghargaan merupakan bagian dari perayaan ulang tahun China ke-70 tahun, yang jatuh pada Selasa lusa dengan parade militer besar-besaran di Beijing, yang bertujuan menunjukkan negara itu sebagai negara adidaya global.
Aksi tersebut dikabarkan memecahkan jendela kantor pemerintah, dan memblokir jalan utama di dekat markas lokal Tentara Pembebasan Rakyat China.
Beijing harus menyediakan tanggapan yang diperlukan untuk melindungi hak dan kepentingan Tiongkok yang sah dan untuk menegakkan keadilan internasional.