Human Rights Watch mengatakan Arab Saudi menangkap aktivis hak-hak perempuan, Samar Badawi dan Nassima al-Sadah. Puluhan aktivis hak perempuan sudah diamankan sejak Mei.
Pernyataan Zarif tersebut tak lama setelah jurubicara utama Komando Sentral AS William Urban menggunakan "Teluk Arab" yang dibuat-buat selama wawancara dengan CNN.
Sebelumnya, sumber-sumber lokal Yaman mengumumkan, Rumah Sakit Al-Hudaydah di Yaman barat diserang para pejuang Saudi, yang menewaskan 26 orang dan melukai 35 lainnya.
Al-Hudaydah adalah satu-satunya jalur untuk bantuan kemanusiaan ke negara Yaman yang dilanda perang. Diperkirang 70 persen bahan makanan dan bantuan farmasi masuk ke negara itu melalui pelabuhan.
Aktivis itu ditangkap karena mengkampanyekan hak perempuan untuk mengemudi dan mengangkat sistem perwalian laki-laki, dalam dua hari terakhir.
Kejadian itu kali keduanya berturut-turut mencegah pesawat Rusia dari mendarat di Bandara Sana`a untuk bantuan kemanusiaan.
Yaman juga menyerang kilang perusahaan ARAMCO di Riyadh pekan lalu dengan pesawat tak berawak jarak jauh, Sammad-2.
Seorang sumber AS mengatakan, para pejabat Saudi mengangkat gagasan penciptaan kembali pakta keamanan itu menjelang kunjungan Trump ke Riyadh pada tahun lalu.
Komandan pasukan elit Iran, Pasukan Quds, mengeluarkan ancaman di tengah perang kata-kata dengan Trump.
Tanker minyak Saudi mengalami kerusakan ringan akibat serangan milisi Houthi.