Menurut Dana Anak-Anak PBB (UNICEF), sejak awal intervensi yang dipimpin Saudi di Yaman pada tahun 2015, sekitar 2.400 anak tewas dan 3.600 yang mengalami cacata.
Minggu sebelumnya, Saudi membekukan perdagangan baru dengan Kanada dan mengusir duta besar Kanada dari negara tersebut menyusul perselisihan kedua negara.
Imbas dari perselisihan tersebut, Arab Saudi menghentikan semua investasi baru, memotong penerbangan dan mengatur agar pasien dan siswa Saudi di negara itu dipindahkan ke negara lain.
Perintah penjualan aset ini menjelaskan turunnya pasar Kanada, setelah seorang investor yang tak diketahui identitasnya menjual investasinya pada Selasa.
Sejak Pangeran Mahkota Mohammed bin Salman ditunjuk sebagai pewaris taht tahun lalu, kerajaan melakukan beberapa pelonggaran kendali kepada warga negaranya, namun di sisi lain, pangeran juga menunjukkan naiknya intoleransi akan kritik dari negara lain.
Kanada dipakai sebagai contoh bagi negara lain yang ingin mencampuri urusan kerajaan.
Pemerintah Mesir menyatakan dukungannya kepada Arab Saudi dalam menghadapi segala jenis intervensi terhadap urusan dalam negeri negara tersebut.
Kebijakan itu berakibat pada pemindahan semua pasien Saudi, dari rumah sakit Kanada ke rumah sakit di luar Kanada.
Arab Saudi memutuskan hubungan dengan diplomatik menyusul tekanan Kanada untuk membebaskan aktivis yang dipenjara
Arab Saudi mengumumkan penghentian sementara pengiriman minyak melalui perairan itu pada 25 Juli setelah dua kapal induk minyak mentahnya diserang oleh milisi Houthi di Yaman.