Dampak Pandemi Covid-19 bagi dunia pendidikan memantik banyak respon dari masyarakat. Terlebih saat Mendikbud Nadiem Makarim menetapkan kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi para siswa.
Ketua BURT DPR RI Agung Budi Santoso memaparkan, metode pembelajaran daring memiliki tantangan tersendiri, minimal ada tiga faktor yang dapat menentukan efektifitas metode pembelajaran secara daring.
Hal ini disampaikan dalam pembukaan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XV, pada Selasa (28/7) siang.
Nadiem menyebut ketiga organisasi masyarakat (ormas) tersebut telah berjasa di dunia pendidikan, bahkan sebelum Indonesia merdeka.
Dunia pendidikan menjadi salah satu bidang yang banyak mengalami penyesuaian akibat pandemi Covid-19. Sekretaris Jenderal DPR RI Indra Iskandar menekankan tentang pentingnya inovasi pembelajaran.
Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti), Nizam, meyakini bahwa Indonesia kaya akan talenta-talenta SDM dosen yang unggul di berbagai bidang, yang berpotensi menjadi penggerak perubahan.
Pemerintah diminta segera mengevaluasi proses KBM yang dilakukan sekolah-sekolah. Pasalnya, ada banyak keluhan dari orangtua murid terkait kesulitan-kesulitan yang dihadapi dengan pola belajar-mengajar yang diterapkan.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian menyatakan pihaknya mendukung adanya evaluasi terhadap Program Organisasi Penggerak (POP) Kemendikbud yang saat ini menjadi polemik.
Ketua Umum SOKSI terpilih harus bisa melaksanakan pendidikan mendalam bagi karyawan Indonesia