Negeri Tirai Bambu itu menuduh Amerika Serikat (AS) bereaksi berlebihan dan secara serius melanggar praktik internasional.
Balon itu ditembak jatuh sekitar enam mil laut lepas pantai AS, di atas perairan yang relatif dangkal.
Pernyataan itu untuk menjawab keraguan Korsel yang mulai mempertanyakan perlunya negara mereka mempertimbangkan peningkatan persenjataan nuklir.
Insiden balon tersebut mendorong Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken untuk membatalkan rencana lawatannya ke Beijing pada Jumat (3/2).
Pernyataan itu mengatakan pesawat itu memiliki kemampuan kemudi yang terbatas dan menyimpang jauh dari jalur yang direncanakan karena angin.
Uni Eropa (UE) juga setuju untuk memperkenalkan batasan harga pada produk minyak bumi Rusia untuk mencoba lebih jauh membatasi peti perang Presiden Rusia Vladimir Putin dengan menargetkan ekspor utamanya.
Pentagon mengatakan pada Kamis bahwa pihaknya sedang melacak balon pengintai di atas daratan AS.
Para pejabat itu juga telah mengumumkan kesepakatan untuk memberi pasukan AS akses ke empat pangkalan lain di "kawasan strategis" di negara Asia Tenggara itu.
Biden menegaskan kembali kebutuhan kritis untuk melestarikan status quo bersejarah.
Salah satu tempat balon itu terlihat adalah Montana, yang merupakan rumah bagi Pangkalan Angkatan Udara Malmstrom, di mana terdapat sekitar 150 silo untuk rudal balistik antarbenua, termasuk Minuteman III yang berkemampuan nuklir.