Organisasi North Atlantic Treaty Organization (NATO) menyerukan ada tanggapan global terhadap uji coba rudal balistik Korea Utara pada Jumat (15/9).
Sebagian warga Amerika mendukung opsi militer jika upaya ekonomi dan diplomatik gagal menekan Korea Utara
Presiden Korea Utara Kim Jong un mengatakan, rudal balistik yang mengudara di langit Jepang bertujuan untuk mengimbangi kekuatan militer Amerika Serikat.
Pemerintah China mengecam peluncuran rudal balistik Korea Utara.
Peluncuran rudal yang terlihat melintas di atas langit Jepang tersebut dianggap sudah kelewat batas.
Militer Amerika mengatakan Pemerintah Korut melepas rudal balistik jarak menengah
Laknov bahkan ragu koalisi Amerika Serikat, Jepang, China, dan Korea Selatan mampu menghentikan tindak-tanduk negara komunis tersebut.
Pada Agustus bulan lalu, Korea Utara menembakkan rudal merupakan rudal jarak menengah Hwasong 12, yang mengudara di atas Jepang.
Rudal terbaru itu kemungkinan terbang sejauh 3.700 km dan mencapai ketinggian maksimalnya pada 770 km
Korea Utara dikabarkan sedang menggerakkan rudal balistik antarbenuanya (ICBM) menuju pantai baratnya.