Laknov bahkan ragu koalisi Amerika Serikat, Jepang, China, dan Korea Selatan mampu menghentikan tindak-tanduk negara komunis tersebut.
Pada Agustus bulan lalu, Korea Utara menembakkan rudal merupakan rudal jarak menengah Hwasong 12, yang mengudara di atas Jepang.
Rudal terbaru itu kemungkinan terbang sejauh 3.700 km dan mencapai ketinggian maksimalnya pada 770 km
Korea Utara dikabarkan sedang menggerakkan rudal balistik antarbenuanya (ICBM) menuju pantai baratnya.
Skala 6,3 yang dicatat Survei Geologi AS akan merupakan ledakan paling kuat yang dilakukan Korut dan dapat mendukung klaimnya mengembangkan bom hidrogen.
Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa dengan suara bulat mengecam penembakan rudal balistik Korea Utara yang mengudara di atas awan Jepang
Uji coba rudal balistik jarak menengah (IRBM) untuk melawan latihan militer Amerika Serikat dan Korea Selatan
Korea Utara sepertinya tidak akan meluncurkan rudal balistik antarbenua padat bahan bakar (ICBM) dalam waktu satu dekade
Diplomat Ukraina membantah laporan yang menyebutkan, mereka adalah pihak yang menyuplai mesin roket ke Korea Utara dalam mengembangkan rudal jarak jauh baru-baru ini