Adita menyampaikan berdasarkan data dari PT ASDP Indonesia Ferry tercatat, jumlah penumpang sebanyak 155.812 penumpang atau meningkat sebesar 48 persen jika dibandingkan dengan periode sama tahun 2019 sebanyak 105.274 penumpang.
Kendaraan pemudik yang turun dari kapal di Pelabuhan Bakauheni di antaranya sepeda motor mencapai sebanyak 14.606 dan kendaraan pribadi sebanyak 19.756.
Volume kendaraan di Pelabuhan Merak tampak terus meningkat sejak Jumat (29/4) malam yang memang diprediksi menjadi puncak arus mudik.
Kalau kita lihat ekornya sudah di KM 94 namun sudah mulai bergeser artinya ada kepadatan sekitar 4 sampai 6 kilometer. Mudah-mudahan penambahan ini bisa mempercepat masyarakat segera berangkat dari Merak ke Bakauheni.
Namun tampaknya pemerintah kurang antisipatif, terbukti panjangnya kemacetan di jalan tol, non tol, hingga akses ke pelabuhan. Hingga H-2 ini pun kemacetan terjadi di mana-mana
Kami melakukan satu upaya untuk menambah pelabuhan yaitu Indah Kiat dan Ciwandan. Sore ini kondisi terlihat lebih lancar dan berdasarkan pengecekan di Posko ASDP, terjadi satu penurunan antrean kendaraan menjadi lebih pendek
Sejumlah kendaraan yang ingin keluar Tol Merak dialihkan ke GT Cilegon Timur. Hal itu dilakukan untuk mengurai kepadatan volume kendaraan.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy pun meminta para pemudik untuk tetap tenang dan menjaga keamanan karena pemerintah memastikan semua akan terangkut ke Sumatera.
Jumlah penumpang yang menyeberang dari Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan menuju Merak pada H-3 arus mudik Lebaran tercatat 217 ribu orang.
Artinya ini bisa menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk melaksanakan mudik menggunakan moda kapal laut, untuk kurangi potensi beban kemacetan yang di prediksi pada arus mudik, kemungkinan mulai nanti malam akan terus meningkat. Ini tentunya bisa jadi pilihan bagi rekan-rekan.