Budidaya tanaman menggunakan sistem hidroponik yang kini tengah marak di masyarakat perkotaan perlu didukung lantaran menjadi langkah yang baik dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Permintaan ekspor dari tanaman aren sangat besar dan cukup diminati dari berbagai macam negara di antaranya Korea Selatan dan China.
Di saat pandemi Covid-19 melanda sendi-sendi perekonomian di berbagai sektor tak terkecuali sektor pertanian, justru permintaan ekspor tanaman florikultura terutama dracaena.
Saat ini anggaran di Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (balttbangtan), Kementan sangat rendah, 5% dari keseluruhan anggaran Kementan.
Kemendes menyiapkan kurang lebih puluhan ribu hektar dilakukan intensifikasi atau pembudidayaan tanaman pangan
Di masa pandemi sekarang ini, lagi trend mengurus tanaman, karena banyak orang yang mengalami keterbatasan untuk keluar rumah.
Kementan tidak pernah merekomendasikan penggunaan pengendalian hama tikus yang membahayakan jiwa petani maupun masyarakat.
Produksi tanaman hias hingga triwulan II pada 2020 berdasarkan data BPS mencapai 342.422.645 pcs.
Sukabumi tercatat memiliki luas lahan baku sawah 56.782 hektare yang sebagian besar lahannya ditanami komoditas tanaman pangan seperti padi, jagung dan kedelai.
Budidaya krisan, khususnya krisan potong selama masa pandemi virus corona (COVID-19) terjadi penurunan yang signifikan