Dampak dari pempukan yang tidak berimbang bisa membuat tanaman menjadi kerdil, pembungaan dini, mudah disrangan organisme penggangu tanaan (OPT) dan produksi tidak sesuai dengan potensi tanmana (varietas).
Saat ini sedang berlangsung panen di Temanggung, Kecamatan Ngadirejo, tepatnya Desa Campursari terhampar cabai seluas 120 hektare dan Desa Kataan seluas 250 hektare.
Volume eskpor tanaman hias Indonesiamenurut catatan Badan Pusat Statistik (BPS) per tahun dari 2017-2020 rata-rata 20 juta dolar atau senilai Rp 290 miliar.
Subsektor tanaman pangan dan hortikultura memang yang terkontraksi bulan april ini. Namun Sub sektor perkebunan dan peternakan nilainya masih positif di bulan ini.
Ada banyak sumber daya alam di sekitar kita yang belum tersentuh manfaatnya. Salah satunya porang, tanaman penghasil umbi yang dapat dikonsumsi.
Meskipun beberapa investor bersedia untuk membangun infrastruktur yang dibutuhkan, namun margin keuntungan yang tidak terlalu besar dari hasil panen tanaman pangan tidak bisa membenarkan investasi tersebut.
Peremajaan sawit itu sendiri betujuan untuk meningkatkan produktivitas, dimana standar produktivitas untuk program penanaman kembali dikisaran 10 ton tandan buah segar per hektare per tahun dengan kepadatan tanaman lebih dari 80 pohon per hektare.
Pemupukan yang berimbang adalah pemberian sejumlah pupuk yang sesuai kebutuhan tanaman agar terjadi keseimbangan hara di dalam tanah, sehingga tercapai kondisi yang kondusif untuk pertumbuhan tanaman.
Perhatian Kementan terhadap kabupaten yang dikenal negeri seribu gua itu diwujudkan dengan adanya dukungan APBN pengembangan Kawasan sayuran dan tanaman obat.
Langkah ini sejalan dengan upaya Kementerian Pertanian yang melakukan pengawasan ketat alokasi dan pemanfaatan pupuk agar tepat sasaran dan efisien.