Ikatan Alumni Hubungan Internasional Universitas Parahyangan menggelar diskusi penting kemajuan bangsa.
Wakil Ketua MPR Oesman Sapta mengajak kepada seluruh rakyat Indonesia untuk menggunakan hak pilih pada Pemilu 2019. "Satu suara menentukan masa depan bangsa
Di hadapan masyarakat Minahasa Selatan, provinsi Sulawesi Utara, Wakil Ketua MPR RI E. E. Mangindaan menegaskan, sejak dahulu para pendiri bangsa
Anak muda harus ikut dalam pengambilan kebijakan. Sebab kebijakan yang dibuat saat ini akan berimbas pada nasib bangsa di masa mendagang.
Bukan hanya itu agenda Pemilu adalah tunggal yaitu untuk memilih pemimpin bangsa. Agenda pemilu bersifat nasional, karena itulah segenap peserta pemilu tidak perlu lagi mempersoalkan konsensus nasional kebangsaan dan kenegaraan yang sudah final disepakati.
Amran adalah menteri pertama yang melibatkan organisasi kemasyarakatan dan keagamaan dalam membangun bangsa melalui sektor pertanian.
Padahal, lanjut Hidayat, yang selama ini mengaku-aku paling Pancasila pun kerap tak terdengar keberpihakannya di saat ada persoalan bangsa yang menyangkut Pancasila.
Di hadapan warga desa Sei Beras-Beras, Idris Laena mengatakan Indonesia adalah bangsa yang besar. Untuk itu kebesaran bangsa ini harus dirawat dan dijaga.
Kelompok muda atau kini populer dengan sebutan milenial yang meliputi kalangan pelajar, mahasiswa, dan santri, adalah kader yang menentukan masa depan bangsa.
Momentum globalisasi ekonomi yang kini diikuti revolusi industri 4.0 serta bonus demografi yang akan dirasakan Indonesia dalam beberapa tahun ke depan menjadi faktor pendorong bangsa Indonesia untuk mampu melesat menjadi sebuah negara dengan kekuatan ekonomi yang lebih besar