Kejadian itu menewaskan tiga petugas dan melukai beberapa warga Palestina.
Dua warga Palestina tewas dalam ledakan di barat daya Kota Gaza pada Selasa (27/08) malam waktu setempat.
Netanyahu berusaha memenangkan suara para pemukim dengan mencuri tanah dan sumber daya Palestina yang melanggar hukum internasional.
Militer mengatakan serangan udara itu salah satunya mengenai kantor seorang komandan Hamas di Jalur Gaza utara
Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan lebih dari 300 warga Palestina telah terbunuh dan ratusan ribu lainnya terluka sejak protes dimulai 30 Maret 2018 lalu.
Sejumlah pasukan Israel melepaskan tembakan ke Jalur Gaza, dengan alasan menembaki tersangka pria bersenjata yang mendekati pagar keamanan.
Laporan kemudian di media Israel menagatakan, Israel telah menembak dan menewaskan lima warga Palestina yang diduga berusaha menyeberang perbatasan dari Gaza ke wilayah-wilayah pendudukan.
Israel sedang berusaha mendapatkan persetujuan dari Donald Trump untuk aneksasi wilayah pendudukan menjelang 17 September.
Polisi menembakkan granat suara ketika protes Palestina di kompleks masjid sangat sensitif, juga disebut Haram Al Sharif.
Tentara Palestina konon dipersenjatai dengan senapan serbu, rudal anti-tank, dan granat tangan, yang salah satunya dilemparkan ke pasukan Israel, menurut keterangan militer di Twitter.