Tujuan kegiatan ini adalah untuk membantu menyerap produk hortikultura hasil petani yang mengalami fluktuasi harga serta membantu meringankan beban masyarakat pada kondisi pandemi.
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengungkapkan selama ini sektor pertanian selalu diidentikkan dengan kehidupan desa yang tak jarang dipandang `sebelah mata`.
Kehadiran pandemi covid-19 telah membuka mata kita untuk memperhatikan sektor pertanian yang selama ini cenderung diabaikan.
Kita harus mampu mengejar ketertinggalan, untuk menjadi negara yang memiliki sektor pertanian yang kuat.
Wakil Ketua MPR RI Prof. Dr. Ir. Fadel Muhammad mengingatkan, sektor pertanian bisa menjadi tulang punggung pembangunan nasional, asal dikelola dengan baik.
Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menilai tantangan pertanian di tahun-tahun berikutnya akan semakin kompleks.
Menurutnya, sektor pertanian penting karena dari 74.953 desa yang tersebar diseluruh Indonesia terdapat 70 persen wilayahnya ada disektor pertanian.
Di era 4.0 para auditor harus siap dengan segala perubahan yang terjadi.
Terobosan Mentan untuk melakukan digitalisasi dan modernisasi pertanian, dilakukan secara bertahap dan dimulai dari kantor pusat Kementan.
Pemanfaatan alat-alat mesin pertanian modern baik di hulu maupun di hilir sangat penting untuk menghasilkan menghasilkan produk pangan berkualitas dengan sistem pengelolaan yang terstruktur.