Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump pada Sabtu mengatakan Raja Salman dari Arab Saudi telah menyetujui permintaannya untuk meningkatkan produksi minyak hingga dua juta barel.
Setiap masyarakat yang komprehensif perlu untuk melindungi hak semua warga negara, tanpa memandang jenis kelamin.
Perombakan kabinet pada Sabtu kemarin adalah kedua sejak Juni 2017, kala putra raja, Mohammed bin Salman (MBS) ditunjuk sebagai pewaris tahta.
Ini merupakan keputusan Raja Salman untuk membentuk dewan baru di bawah kepemimpinannya.
Raja Saudi Salman menyatakan keprihatinan atas negosiasi yang sedang berlangsung antara Moskow dan Doha untuk penjualan sistem senjata anti-pesawat canggih.
Penangkapan itu menjelang pencabutan pelarangan perempuan mengemudi, yang menjadi bagian dari program reformasi Putra Mahkota Mohammad bin Salman.
Salman bin Abdulaziz al-Saud juga menegaskan kembali dukungan Kerajaan untuk pemulihan hak-hak sah rakyat Palestina sesuai dengan resolusi legitimasi internasional dan inisiatif perdamaian Arab.
Pernyataan HRW muncul beberapa minggu setelah putra mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman, melanjutkan tur AS dan memuji upaya negaranya baru-baru ini untuk mereformasi hukumnya
Proyek-proyek tersebut termasuk mengembangkan aplikasi di Kerajaan, memperkaya konten pendidikan Arab dan melatih pemuda Saudi di kantor pusat perusahaan.
Pria yang berusia 52 tahun divonis bersalah karena menyalahi Undang-Undang Perlindungan Satwa Liar, dengan hukuman maksimal enam tahun penjara. Selain itu juga dikenai denda USD155 atau sekira Rp2,1 juta