Pelaksanaan food estate ini didukung Kementan melalui pendekatan teknologi, sosialisasi kepada petani untuk menggunakan padi unggul bermutu bersertifikat.
Panen raya tersebut unik karena lahan padi awalnya merupakan bekas kebun singkong dan tebu yang sudah tidak produktif.
Tujuh kecamatan yang mulai tersebut panen antara lain Kecamatan Geragai, Muara Sabak Timur, Dendang, Muara Sabak Barat, Berbak, Nipah Panjang, Rantau Rasau.
Pertaniam memiliki potensi yang sangat besar dalam menumbuhkan ekonomi nasional.
Total luasan panen pada tahun 2020 mencapai 10,66 juta hektar dengan total produksi padi mencapai 54,65 juta ton (gabah kering giling).
Pemerintah akan melakukan dua kebijakan demi menjaga ketersediaan beras dalam negeri. Langkah ini diambil terutama setelah ada program bantuan sosial (bansos) beras PPKM, antisipasi dampak banjir dan pandemi COVID-19.
upaya peningkatan produktifitas padi juga terus berjalan melalui program Food Estate yang telah dicanangkan Presiden Joko Widodo. Kuntoro menambahkan saat ini Kalimantan Tengah dan Sumba Tengah sedang masuk masa tanam dan menjelang panen.
Kebijakan Kementan dalam menjaga produksi padi sudah sangat tepat, terutama dalam pengadaan benih unggul, penggunaan alat mesin pertanian hingga menyiapkan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).
Kementan mampu melakukan upaya mitigasi dan pengendalian cuaca ekstrem, sehingga produksi padi pada setiap musim tanam selalu menunjukan hasil positif
Kondisi pandemi sejak tahun lalu sudah terbukti disikapi dengan baik oleh Kementan, yaitu dengan kebijakan yang mendorong petani meningkatkan produksi.