Putusan Mahkamah Kehormatan Dewan DPR RI terkait pemulihan nama baik Setya Novanto dianggap menyesatkan dan menciderai kredibilitas lembaga etik dewan.
Sebagaimana yang terjadi di Golkar dan PDIP, perlawanan sejumlah kader untuk tidak mendukung Ahok-Djarot juga terjadi di Hanura.
Sebagaimana yang terjadi di Golkar dan PDIP, perlawanan sejumlah kader untuk tidak mendukung Ahok-Djarot juga terjadi di Hanura.
Keinginan PDIP untuk membentuk tim pemenangan sendiri guna memenangkan pasangan Ahok-Djarot dapat menimbulkan masalah karena dianggap liar.
Penolakan sejumlah kader partai terhadap pencalonan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Pilkada DKI membuat kerja mesin partai pengusung bermasalah.
Partai yang mengaku Soekarnois dan peduli terhadap wong cilik mendapat kritikan terkait dukungan terhadap calon petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Pilkada DKI Jakarta.
Partai Golkar meminta agar PDIP tidak memonopoli tim pemenangan pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok-Djarot Saiful Hidayat di Pilkada DKI.
Partai pendukung pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok-Djarot Saiful Hidayat mulai pecah kongsi.
Namun yang paling membuat Golkar meradang, adanya peristiwa penggunaan jas merah oleh ketua umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri kepada Ahok.
Golkar mulai bereaksi dengan ketidaknyamanan atas sikap PDIP yang memunculkan klaim sebagai "partai pengusung utama" pasangan cagub-cawagub petahana Ahok-Djarot.