Dehqani mengatakan tren bencana dan kebijakan AS yang tidak bertanggung jawab harus dihentikan.
Pernyataan itu disampaikan Rouhani dalam laman resminya, seusai menghadiri Sidang Umum PBB di New York, pada Jumat (27/9).
Dukungan Inggris terhadap pihak Arab Saudi dalam perang Yaman tidak meninggalkan alasan bagi opini publik untuk menerima tuduhan tidak realistis dan sepihak Inggris terhadap Iran.
Eropa tidak akan melakukan apa pun untuk Rebuplik Islam Iran ke depannnya dan inilah sebabnya Iran seharusnya tidak menaruh harapan pada Eropa.
Rouhani menutup pintu dialog dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait nuklir, jika tidak ada itikad Washington untuk menghapus sanksi.
Konflik Israel-Palestina, ancaman Iran, hingga kepergian Inggris dari Uni Eropa (Brexit) akan menjadi topik pembicaraan hari ketiga Sidang Umum PBB, pada Kamis (26/9).
Pernyataan tersebut mengulangi tuduhan AS bahwa Iran mensponsori terorisme, secara sewenang-wenang menahan warga AS, mengancam negara tetangga, dan melakukan serangan dunia maya.
Ada lima warga negara Tiongkok dan enam perusahaan, termasuk dua anak perusahaan Cosco Shipping Corporation, menjadi target dalam langkah baru tersebut.
Trump kembali melontarkan tudingan yang tidak berdasar terhadap program nuklir dan rudal balistik sipil Iran, serta dukungan Teheran bagi orang-orang di negara-negara yang dilanda perang Suriah dan Yaman.
Trump akan menjual kebijakan kerasnya terhadap Iran, dalam Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), pada Selasa (24/9).