Iran sudah mengerahkan langkah-langkah pencegahan yang berkelanjutan untuk menangkal segala macam agresi dari musuh.
Iran tidak mendapat untung dari serangan terhadap pabrik pengolahan minyak di sebelah timur Arab Saudi pada 14 September.
Pekan lalu, Amerika Serikat (AS) memberlakukan sanksi baru pada warga negara dan perusahaan China atas dugaan mengangkut minyak mentah Iran.
Demikian pernyataan juru bicara pemerintah Iran Iran, Ali Rabiei, pada Senin (30/9) di tengah ketegangan Teheran dan Riyadh pasca penyerangan kilang minyak Saudi awal bulan ini.
Serangan pada 14 September lalu itu sudah terang-terangan diklaim oleh militer Houthi. Namun Saudi tetap bersikukuh mengatakan bawah seranga tersebut disponsori oleh Iran.
Pembukaan persimpangan yang menghubungkan kota Qaim di Irak dan Boukamal di Suriah itu, diperkirakan akan memperkuat perdagangan antara kedua negara Arab tersebut.
Hubungan AS-Iran memanas sejak Mei 2018, saat Trump secara sepihak keluar dari kesepakatan nuklir multilateral dengan Iran, yang secara resmi dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA), dan memberlakukan sanksi terberat yang pernah ada untuk menekan Iran.
Jika AS menyerang negaranya maka pasukan Iran akan melakukan balasan terhadap perwakilan AS di Irak atau daerah lainnya.
The Washington Post melaporkan pada Juni 2012 bahwa layanan mata-mata AS dan militer Israel sudah bekerja sama untuk meluncurkan serangan virus Stuxnet pada fasilitas pengayaan uranium di Natanz, Iran.
Ghodskani dalam keadaan hamil saat Polisi Federal Australia menangkapnya atas nama otoritas AS pada 2017 atas tuduhan melanggar sanksi AS terhadap Iran.