Mekanisasi penting dilakukan untuk memperkuat daya gedor produksi nasional di tengah ancaman pandemi virus corona (COVID-19) yang terus berkepanjangan.
Walaupun mayoritas petani masih menggunakan cara manual sektor pertanian tetap memiliki capaian positif.
Proyek food estate yang sedang digarap pemerintah saat ini merupakan kesempatan emas Indonesia mewujudkan modernisasi pertanian.
Produk-produk potensial yang dapat dipenuhi Indonesia antara lain adalah kopi, coklat, lada, vanili, kayu manis dan rempah-rempah lainnya.
Kontribusi HKTI dalam membangun pertanian sangatlah besar, terutama dalam melakukan konsolidasi dan membantu para petani untuk meningkatkan produktivitas dan sumber daya manusia yang berkualitas.
Hanya kinerja sektor pertanian pada tahun 2020 yang mampu tetap konsisten menjaga pertumbuhan saat pandemi COVID-19.
Produksi beras lokal sudah mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia.
DPR mempertanyakan keberpihakan pemerintah kepada petani menyusul pemangkasan anggaran Kementerian Pertanian (Kementan) sebesar Rp 6,33 triliun.
Meski begitu, Kementerian Pertanian (Kementan) tahun ini hanya menggarkan bantuan komoditas tersebut seluas 60 hektare dalam bentuk kebun bibit karena adanya refocusing anggaran.
China menjadi importir terbesar sarang burung walet dengan total 262 ton atau senilai Rp 25 juta per ton. Namun jika di ekspor ke negara lain hanya dinilai sekitar Rp 600 ribu per ton karena tidak melalui eksportir terdaftar.