Penurunan pertumbuhan ekonomi ini disebabkan turunnya sejumlah ekspor Indonesia, salah satunya ke China dan Amerika Serikat
Pasok bahan baku daur ulang dalam negeri sekitar 913 ribu ton dan impor bahan baku daur ulang plastik pada tahun 2019 sebesar 195 ribu ton
Pria berusia 46 tahun yang juga pengelola Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Wargi Panggupay, saat ini fokus untuk merambah pasar ekspor.
Komoditas pertanian asal Sumatera Utara tersebut hanya diekspor ke Asia, namun jugake negara-negara di benua Amerika, dan Eropa juga di Timur Tengah.
Stok beras yang dinyatakan aman oleh pemerintah, utamanya untuk memenuhi peningkatan permintaan saat Ramadan dan Idul Fitri, terancam menipis di akhir tahun 2020.
Pertumbuhan pertanian yang selalu lebih rendah dibanding pertumbuhan ekonomi Indonesia dipengaruhi oleh kegiatan impor bahan pangan yang menjadi pekerjaan rutin tahunan.
Peningkatan ini terjadi karena faktor barang yang diekspor tidak lagi dalam berbentuk barang mentah, akan tetapi sudah diolah menjadi makanan bermutu yang digemari masyarakat dunia.
Dodih sudah memasarkan produk sayuran bersama kelompok taninya ke berbagai daerah seperti Bandung, Jakarta, Tasikmalaya, dan Padalarang.
Dari permohonan sertifkasi ekspor tercatat sebanyak 725,3 ton tiga buah segar primadona ini berhasil masuk pasar negara tujuan di tengah pandemi virus corona (COVID-19).
"Apakah ada tekanan asing di bulan Februari dan Maret 2020 yang menyebabkan munculnya Perpres 58/2020?" Tanya Amin Ak.