Peningkatan ekspor pertanian diperkirakan merata dari subsektor komoditas perkebunan hingga komoditi lain seperti beras, produk olahan kopi dan subsektor peternakan.
Negara tujuan ekspor kelapa dalam negeri sudah menembus enam benua, dari benua Asia, Eropa, Australia, Afrika, Amerika Utara hingga Amerika Selatan.
Pada periode Januari-April 2020, ekspor non migas Indonesia didominasi oleh eskpor lemak dan minyak hewan atau nabati sebesar US$6,25 miliar atau 12,24%.
Menurut data Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementan, produktivitas pala pada tahun 2018 sebesar 543 kg per hektare dan 548 kg per hektare di tahun 2019.
Komisi III DPR meminta Kejaksaan Agung (Kejagung) dan Polri bersinergi untuk mengusut tuntas kasus dugaan korupsi impor tekstil yang melibatkan pejabat bea dan cukai.
Bawang terpaksa diimpor karena pasokan dalam negeri belum mencukupi kebutuhan masyarakat
Ekspor nenas sepanjang tahun 2019 mencapai 236 ribu ton atau sekitar 2,85 triliun rupiah yang didominasi bentuk olahan atau nenas kalengan.
Bawang merah impor ilegal ini sangat merugikan dan mengganggu stabilitas harga bawang merah dalam negeri.
Saat ini negara China merupakan tujuan ekspor manggis Indonesia.
Selama Januari-April 2020, nilai ekspor pertanian meningkat 16,9% dibandingkan pada periode yang sama tahun 2019, dari Rp115,18 triliun meningkat menjadi Rp134,63 triliun.