Menjelang pendaftaran capres-cawapres yang akan dibuka pada 4 Agustus nanti, Presiden Jokowi disebut banyak menerima tekanan untuk menentukan siapa Cawapres yang akan mendampinginya.
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menyatakan tidak mungkin mendukung Presiden Jokowi dalam kontestasi Pilpres 2019 mendatang.
Pilpres 2019 diharapkan menghasilkan seorang pemimpin yang memiliki cita-cita besar terhadap Indonesia seperti Soekarno. Sebab, Indonesia tidak bisa dipimpin oleh orang yang tidak memiliki pengetahuan alias bodoh.
Sekitar 10 ribu santri Kota Tasikmalaya menyambut kedatangan rombongan aksi jalan kaki Long March Laskar Santri Ciamis-Jakarta untuk Cak Imin Cawapres 2019 di depan Masjid Agung Kota Tasikmalaya, Sabtu (21/7).
Tidak ada cara lain untuk melindungi tenaga kerja di Arab Saudi kecuali MoU ditandatangni di atas kertas dan menjadi komitmen untuk kita bersama.
Depresiasi Rupiah terhadap Dolar AS membuat kondisi perekonomian Indonesia saat ini semakin rawan. Pasalnya, depresiasi tersebut berdampak langsung pada kenaikan harga kebutuhan pokok.
Meski telah memenuhi syarat dukungan untuk maju kembali sebagai calon presiden (Capres), Presiden Jokowi belum menentukan siapa cawapres yang akan mendampingi pada Pilpres 2019. Siapa kira-kira yang layak untuk mendampingi Jokowi?
Meski tidak berpikir soal calon wakil presiden (Cawapres), Partai Golkar menyarankan figur ideal pendamping Presiden Jokowi dalam mkontestasi Pilpres 2019 mendatang.
Ketergantungan kepada pihak asing dinilai justru akan memperburuk perekonomian Indonesia. Bahkan, nilai tukar rupiah akan semakin buruk jika tidak meningkatkan kemandirian dan kedaulatan ekonomi.
Partai Golkar mengaku tidak akan membebani Presiden Jokowi terkait calon wakil presiden (Cawapres) dalam kontestasi Pilpres 2019.