Dampak dari pempukan yang tidak berimbang bisa membuat tanaman menjadi kerdil, pembungaan dini, mudah disrangan organisme penggangu tanaan (OPT) dan produksi tidak sesuai dengan potensi tanmana (varietas).
Gerdal OPT penting dilakukan secara berkala demi mengamankan produksi dari serangan hama dan penyakit.
Penerapan pengelolaan OPT skala luas (area wide management/AWM) diutamakan pada budi daya aneka buah prospektif ekspor seperti Mangga, manggis, pisang, nanas, buah naga, salak dan sebagainya.
Sementara, dalam pengendalian OPT ramah lingkungan, peran musuh alami seperti parasitoid, predator dan cendawan entomapatogen yang diketahui dapat menekan serangan OPT pada tanaman bawang merah perlu dimanfaatkan secara maksimal.
Selain sebagai wadah konsultasi, Klinik PHT juga mengadakan pengembangan bahan pengendali OPT ramah lingkungan seperti agens hayati dan pestisida nabati.
Kendala yang dihadapi saat ini adalah perpipaan belum kurang lancar karena adanya pembangunan jaringan, serangan OPT seperti ulat penggulung daun dan penggerek polong
Serangan OPT merupakan salah satu faktor penyebab tidak tercapainya target produksi pertanian. Untuk itu perlu dilakukan pengamatan dan pengendalian secara dini.
Pola tanam tumpangsari cabai dengan tanaman lain telah terbukti dapat mengurangi risiko serangan OPT.
APH menjadi salah satu alternatif dan solusi terbaik. Pasalnya APH bersifat aman, mudah dikembangkan dan ramah lingkungan untuk mengendalikan OPT sasaran.
Lengkeng adalah salah satu tanaman buah tropis banyak manfaat. Namun, ketersediaan buah lengkeng ini sangat dipengaruhi oleh keberadaan OPT.