Kementan telah berhasil membuat program pangan yang sangat inovatif, diantaranya dengan mendorong penerapan inovasi teknologi dan mekanisasi, agroprenur dan petani millenial.
Sektor pertanian terus mengalami perkembangan dengan masifnya pemanfaatan teknologi mekanisasi secara merata di seluruh pelosok Indonesia.
Sejak dikenalkan dengan mekanisasi pertanian, ditambah dengan adanya bantuan dari Kementerian Pertanian, para petani di wilayahnya pun menjadi sangat terbantu.
Didukung dengan inovasi dan mekanisasi, maka petani akan menguasai pertanian dari hulu ke hilir sebagai bisnis bukan sekadar bertani.
produksi dalam negeri terbilang relatif mahal karena masih dikelola secara konvensional yang membuat cost-nya masih tinggi. Berbeda dengan produk dari luar negeri yang pengelolaannya sudah dilakukan dengan mekanisasi.
Dalam program ini penerapan mekanisasi serta teknologi pertanian diharapkan dapat mengoptimalkan rawa menjadi lahan pertanian produktif dan meningkatkan produksi pertanian.
Mekanisasi penting dilakukan untuk memperkuat daya gedor produksi nasional di tengah ancaman pandemi virus corona (COVID-19) yang terus berkepanjangan.
Kementan juga menerapkan mekanisasi dari hulu sampai hilir, dan bahkan telah memanfaatkan teknologi kekinian untuk memperkuat ketahanan pangan di 2021.
Modernisasi dan mekanisasi sektor pertanian sudah menjadi keharusan untuk memenuhi kebutuhan pangan bagi 273 juta penduduk Indonesia.
Mekanisasi pertanian menjadikan cara bertani yang modern karena pekerjaan dilakukan dengan cepat, efisiensi, dan menekan kehilangan (losses) dan menghasilkan produk yang kompetitif.